Menuju Ending AIDS 2030, Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin Tekankan Pentingnya Hapus Stigma dan Diskriminasi
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- print Cetak

MAKASSAR — Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menegaskan bahwa penanganan kasus HIV/AIDS memerlukan pendekatan holistik yang tidak sekadar berfokus pada aspek medis. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Sulawesi Selatan menuju Ending AIDS 2030 di Hotel Travellers Phinisi, Makassar, Kamis (17/9/2026).
Menurut Andi Akmal, dukungan sosial dan mental memiliki peran krusial dalam menekan angka penularan sekaligus memberikan rasa aman bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).
“Penanganan tidak hanya dari aspek medis, tetapi juga dukungan sosial dan mental untuk mengurangi diskriminasi terhadap penderita,” tegas Andi Akmal.
Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Target Ending AIDS 2030
Rakor strategis ini mempertemukan unsur kepala daerah, instansi vertikal, dinas terkait, PMI, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Sulawesi Selatan. Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. Sulsel, Dr. H. M. Ishak Iskandar, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.
Dalam forum tersebut, sejumlah poin penting mengemuka untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor:
- Tren Kasus Menurun: Berdasarkan data pemaparan, temuan kasus baru di Sulsel menunjukkan grafik penurunan dari 2.660 kasus (2023) menjadi 2.486 kasus (2024), 1.939 kasus (2025), dan tercatat 963 kasus pada periode Januari–Juli 2026.
- Kerentanan Usia Produktif: Mayoritas kasus terkonsentrasi pada kelompok usia produktif (25–49 tahun) sebesar 58%, serta kelompok usia muda (15–24 tahun) mencapai 35%.
- Pendekatan Tanpa Stigma: Tim Asistensi KPAP Sulsel, Prof. Arlin Adam, mengingatkan pentingnya membangun ekosistem pencegahan yang etis, terkoordinasi, dan bersih dari stigma negatif yang kerap menjadi penghambat pemeriksaan kesehatan.
Strategi Terpadu dan Rencana Tindak Lanjut
Guna mengoptimalkan pencegahan, pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota didorong mengintegrasikan program sosialisasi melalui skrining kesehatan, kegiatan donor darah, hingga penyuluhan bahaya narkotika.
Sebagai langkah taktis ke depan, pemerintah daerah juga menyiapkan program sosialisasi dan uji coba pengambilan sampel di lingkungan sekolah—menyasar satu hingga dua sekolah di setiap kabupaten/kota.
Melalui komitmen bersama ini, Pemkab Bone bersama jajaran pemerintah daerah di Sulawesi Selatan siap memperkuat deteksi dini, memperluas akses pengobatan, serta menciptakan lingkungan sosial yang inklusif demi mewujudkan target Ending AIDS 2030.
- Penulis: Info Viral Bone
