
BONE— Puluhan pengusaha jagung datangi kantor DPRD Bone menyampaikan aspirasi, Jumat 29 agustus 2025 di ruang
Tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Petani Jagung Kabupaten Bone, menilai adanya persaingan tidak sehat oleh pengusaha luar.
“selain harga, pedagang luar ini masuk ke bone membawa buruh sendiri dan supir sendiri” ungkap Andi Muh Syahril saat menyampaikan aspirasi.
Lanjut, desakan pengusaha jagung Bone meminta adanya penguatan regulasi daerah tentang tata niaga jagung untuk memastikan niaga jagung berjalan secara adil,transparan dan berpihak pada kepentingan lokal.
Ditambahkan, Ketua Asosiasi Pengusaha Petani Jagung Kabupaten Bone juga mengharapkan adanya transparan penentuan harga.
“baiknya ada sistem informasi harga berbasis digital yang terintegrasi dengan pasar regional maupun nasional” harap Firdaus.
Melalui platform ini, harga jagung dapat diumumkan setiap hari berdasarkan standar harga acuan pembelian (HAP) dari kementeian perdagangan, serta memperhatikan kondisi pasar lokal. (*/)
Tidak ada komentar