Kasus Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone: Polisi Kantongi Hasil Olah TKP dan Periksa Saksi, Perkara Ini Jadi Sorotan Publik
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- print Cetak

oplus_144703520
BONE — Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, atas laporan seorang staf DPRD terus menunjukkan perkembangan signifikan. Perkara yang menyeret pimpinan legislatif ini kini menjadi sorotan luas di tengah masyarakat.
Kepolisian Resor (Polres) Bone memastikan proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur dengan mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait.
Identitas Pihak Terlibat dan Sorotan Publik
Kasus ini menarik perhatian publik luas lantaran melibatkan figur penting di struktur legislatif daerah serta seorang pegawai honorer. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelapor yang merupakan korban dugaan penganiayaan adalah Yuli, seorang tenaga kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Sekretariat DPRD Bone.
Sementara itu, pihak terlapor adalah Andi Tenri Walinonong, yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bone sekaligus kader dari Partai Gerindra. Dinamika ini membuat penanganan hukumnya mendapat pengawalan dan perhatian khusus dari berbagai kalangan masyarakat.
Polisi Olah TKP dan Periksa Saksi Pelapor
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengungkapkan bahwa penyidik telah bergerak cepat sejak laporan tersebut diterima. Langkah awal yang diambil meliputi olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi awal yang diajukan oleh pihak pelapor.
”Setelah melakukan olah TKP, penyidik sudah melakukan pemeriksaan dua orang saksi yang diajukan oleh pelapor,” jelas AKP Alvin saat dikonfirmasi pada Jumat malam, 31 Juli 2026.
Kejar Barang Bukti: Gandeng Rumah Sakit dan Sekretariat DPRD
Selain memeriksa saksi dari pihak pelapor, penyidik Satreskrim Polres Bone juga memperkuat alat bukti dengan menyurati instansi terkait guna mendapatkan data pendukung yang valid.
Pihak kepolisian telah melayangkan surat resmi untuk meminta hasil visum et repertum kepada pihak rumah sakit guna memastikan tingkat dan jenis luka yang dialami korban. Tidak hanya itu, penyidik juga menyurati Sekretariat DPRD Kabupaten Bone untuk meminta rekaman kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian sebagai petunjuk tambahan.
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemanggilan Saksi Lain
Sebagai bagian dari pendalaman materi penyidikan, kepolisian berencana memperluas daftar saksi yang akan dimintai keterangan. Agenda pemeriksaan lanjutan ini difokuskan pada orang-orang yang berada di lokasi dan diduga menyaksikan langsung insiden tersebut.
”Rencananya pekan depan akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi lain yang diduga melihat kejadian tersebut,” pungkas AKP Alvin.
Pihak Polres Bone berkomitmen untuk menangani laporan ini secara profesional, objektif, dan transparan demi menegakkan hukum yang adil bagi semua pihak.
- Penulis: Info Viral Bone
