
BONE— Asosiasi Pengusaha Petani Jagung Kabupaten Bone surati Kantor DPRD Bone guna menyampaikan aspirasi, Rabu 27/8/2025.
Adapun penyampaian asrpirasi itu terkait adanya persaingan usaha antara pengusaha lokal dan luar daerah, dimana menurutnya terjadi manipulasi harga pembelian jagung.
“Kami ingin mencari solusi kepada pengusaha jagung, karena ini persaingan sudah tidak sehat” ungkap Rustam, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Petani Jagung.
Ada permainan dari pengusaha luar yang masuk ke Bone membeli jagung, mereka punya koneksi di gudang makassar sehingga saat dijual ke gudang, kondisi barang sama tapi harga berbeda.
“Jangung mentah kadar 30 di petani mereka bisa jadikan jagung kering kadar 25 di gudang makassar, kami dapat info ada kerjasama dengan bagian sortir di gudang, kita susah mengikuti harga pembeliannya di petani” jelas Rustam.
Hal ini tidak hanya berdampak ke pengusaha jagung lokal saja, tapi juga berdampak ke supir truk dan buruh angkut juga.
“Kami berharap semoga ini ada solusi, setidaknya harga pembelian bisa sama sesuai dengan kondisi kualitas jagung” harapnya.
Asosiasi Pengusaha Petani Jagung Kabupaten Bone jadwalnya akan menyampaikan aspirasi pada hari jumat 29 agustus 2025 di Kantor DPRD Kab Bone. (*/)
Tidak ada komentar