Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas Genjot Pertanian Modern di Bone Lewat Garisi’ Mannennungeng & PM-AAS
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- print Cetak

BONE – Komitmen tinggi ditunjukkan oleh dunia kampus dalam memajukan sektor pertanian daerah. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin sukses menggelar pelatihan program “Garisi’ Mannennungeng” di Balai Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, pada Minggu (19/7/2026).
Kegiatan strategis ini menghadirkan tokoh pertanian lokal berprestasi, Yusuf Latief, S.P., yang juga merupakan Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Barebbo, sebagai pemateri utama. Pelatihan ini dihadiri secara antusias oleh para ketua kelompok tani, petani, dan masyarakat setempat guna mengupas tuntas teknik budidaya padi modern.
Sinergi Nyata dengan Program Pertanian Modern Nasional (PM-AAS)
Garisi’ Mannennungeng merupakan inisiatif unggulan dari program Smart Hydro Loop yang menitikberatkan pada implementasi pola tanam adaptif, penggunaan varietas unggul, serta penguatan mitigasi risiko gagal panen. Dalam pelatihan tersebut, materi yang diangkat berfokus pada program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kehadiran program ini dinilai sebagai bukti konkret keselarasan antara inovasi mahasiswa dengan kebijakan strategis nasional dalam mendorong transformasi pertanian berkelanjutan di tingkat tapak. PM-AAS sendiri merupakan adopsi teknologi pertanian modern hasil kunjungan kerja Menteri Pertanian di Arkansas, Amerika Serikat, yang telah dimodifikasi agar kompatibel dengan kondisi agroklimat dan karakteristik lahan di Indonesia.
Keunggulan Teknologi PM-AAS Kementerian Pertanian:
- Metode Integratif: Menggabungkan sistem tanam Arkansas dengan pola tanam jajar legowo.
- Peningkatan Populasi: Melonjakkan populasi tanaman dari 320–350 ribu rumpun menjadi 800 ribu hingga 1 juta rumpun per hektare.
- Produktivitas Tinggi: Uji coba di lahan seluas 1.600 hektare sukses mencatat hasil 9 hingga 12 ton gabah per hektare (jauh di atas rata-rata nasional 5,5 ton/ha).
Dukungan Penuh BPP Barebbo dan Peran Pemateri Berprestasi Nasional
Koordinator BPP Kecamatan Barebbo, Yusuf Latief, S.P., menyatakan apresiasinya terhadap langkah progresif mahasiswa Unhas. Ia menegaskan bahwa metode PM-AAS terbukti mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan apabila diterapkan dengan disiplin tinggi.
“Metode PM-AAS ini sudah diuji coba dan terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat. Dengan penerapan yang disiplin, petani bisa mendapatkan hasil panen hingga 10–12 ton per hektare. Kami dari BPP siap mendampingi petani di Kecamatan Barebbo dalam mengadopsi teknologi ini,” ujar Yusuf Latief.
Yusuf Latief menambahkan bahwa Garisi’ Mannennungeng memiliki napas yang seirama dengan PM-AAS. Kombinasi pendekatan adaptif dan varietas unggul diyakini menjadi kunci sukses transformasi petani menuju era pertanian modern yang berdaya saing tinggi.
Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengungkapkan bahwa pemilihan pemateri dilakukan secara selektif untuk memastikan transfer ilmu berjalan optimal. Kredibilitas Yusuf Latief semakin diperkuat dengan prestasi gemilangnya sebagai Juara 1 dalam ajang Cerdas Cermat pada Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.
“Kredibilitas pemateri kita kali ini tidak perlu diragukan lagi. Pak Yusuf Latief adalah sosok berprestasi yang baru saja membuktikan kapasitasnya di tingkat nasional. Kehadiran beliau sangat tepat menjadi pembimbing bagi petani kita,” ungkap Fadel.
Harapan ke Depan: Kemandirian Petani Desa Kajaolaliddong
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor antara akademisi, penyuluh lapangan, dan pemerintah.
Melalui rangkaian program Mannennungeng yang berkesinambungan, diharapkan para petani di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, mampu menguasai strategi adaptasi pola tanam dan rotasi varietas padi. Ke depan, para petani ditargetkan dapat mengimplementasikan metode PM-AAS secara mandiri demi mengamankan ketahanan pangan sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi keluarga petani di tingkat lokal maupun nasional.
- Penulis: Info Viral Bone
