Studi Tiru ke Bali, Bupati Bone Siap Kembangkan Ekosistem Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bumi Arung Palakka
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- print Cetak

oplus_161480736
BANGLI — Pemerintah Kabupaten Bone mengambil langkah strategis dalam memperkuat sektor peternakan rakyat. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., memimpin langsung kunjungan kerja dan studi tiru ke Kelompok Dana Mertamasari dan Kelompok Tani Gopawinangon di Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, Sabtu (22/8/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk mendalami secara langsung penerapan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT), mulai dari manajemen peternakan, pengelolaan produksi, hingga sistem pemasarannya.
Di lokasi tersebut, kelompok tani setempat sukses mengelola sekitar 600 ekor ayam dengan tingkat produksi telur mencapai 80 persen. Hasil produksinya tidak hanya terserap dengan baik oleh pasar desa, tetapi juga memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Bupati Andi Asman mengungkapkan kekagumannya atas pola pengelolaan yang terintegrasi dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Ia menilai, Kabupaten Bone memiliki potensi yang sangat besar untuk mengadopsi dan mengembangkan program serupa.
“Kami di Bone sedang bersiap mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Potensi produksi padi dan jagung kami sangat besar, ditambah tren produksi ayam yang sedang meningkat. Potensi inilah yang ingin kami integrasikan,” ujar Andi Asman.
Dukungan Lintas Sektor dan Penguatan Hulu-Hilir
Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, yang juga membagikan inovasi mikroba pengendali lalat untuk menjaga kebersihan lingkungan peternakan. Hadir pula Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan Dr. drh. I Ketut Wirata, M.Si., Kepala BBV Denpasar Dr. drh. I Gde Eka Budhiyadnya, M.P., serta Kepala BPTU-HPT Denpasar drh. I Gusti Putu Ngurah Raka.
Sementara itu, General Manager Corporate Secretary & CSR PT Berdikari, A.S. Hasbi Al Islahi, menegaskan bahwa program HAT dirancang bukan sekadar membangun industri, melainkan membangun ekosistem perunggasan nasional dari hulu hingga hilir.
Bone sendiri ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas nasional di luar Pulau Jawa untuk pengembangan program ini. Melalui pola kemitraan, PT Berdikari berkomitmen menempatkan peternak rakyat sebagai pelaku utama dalam rantai pasok.
- Integrasi Menyeluruh: Mencakup pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, hingga penyerapan dan pengolahan hasil produksi.
- Kepastian Usaha: Peternak rakyat mendapatkan akses input produksi, teknologi, serta kepastian pasar yang jelas.
- Penguatan Sektor Hulu: PT Berdikari memperkuat ketersediaan Grand Parent Farm, Parent Stock, hingga produksi DOC dan pakan yang kompetitif.
Melalui studi tiru di Bali ini, Pemkab Bone optimis dapat segera mengimplementasikan ekosistem HAT secara optimal. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas peternak lokal, menekan biaya produksi, sekaligus memperkuat ketersediaan protein hewani bagi masyarakat di Kabupaten Bone.
- Penulis: Info Viral Bone
