Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bone Hot » Gelora Sumpah Pemuda dari Tanah Gersang: Bupati Bone Kobarkan Semangat Petani Muda Hadapi Krisis Iklim

Gelora Sumpah Pemuda dari Tanah Gersang: Bupati Bone Kobarkan Semangat Petani Muda Hadapi Krisis Iklim

  • account_circle Info Viral Bone
  • calendar_month 56 menit yang lalu
  • print Cetak

BONE — Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Bone diwarnai dengan pesan sarat makna langsung dari sektor agraria. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menyerukan kepada generasi muda untuk mengambil peran terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim dan musim kemarau berkepanjangan, Rabu (28/10/2026).

​Berbeda dari perayaan seremonial pada umumnya, pesan inspiratif tersebut diserukan langsung di tengah lahan pertanian yang diuji oleh keterbatasan air, sebagai simbol nyata perjuangan kaum muda dalam mempertahankan produktivitas pangan.

​Resonansi Sumpah Pemuda di Tengah Lahan Pertanian

​Di tengah hantaman musim kemarau panjang, para petani lokal di Kabupaten Bone dihadapkan pada tantangan pelik, mulai dari menyusutnya ketersediaan air hingga ancaman gagal panen bagi pertumbuhan padi. Kendati demikian, Bupati Andi Asman menegaskan bahwa kondisi sulit tersebut tidak boleh memadamkan semangat juang untuk terus berproduksi.

​”Di musim kemarau yang panjang, harapan tanah tidak lagi sekadar pecah dan mengering. Air yang semakin menyusut, kecemasan yang membayangi wajah tegang para petani kita. Namun, di atas tanah yang gersang ini, justru kita menemukan resonansi Sumpah Pemuda,” ujar Andi Asman Sulaiman.

 

​Ia mengingatkan, esensi persatuan yang digelorakan pada 28 Oktober 1928 harus terus direfleksikan secara kontekstual dengan tantangan zaman modern. Jika dahulu para pemuda berjuang merebut kemerdekaan, kini generasi muda dituntut untuk bahu-membahu mengatasi krisis iklim dan memperkuat ketahanan pangan.

​”Hari Sumpah Pemuda tidak hanya digaungkan di dalam gedung yang sejuk, tetapi hari ini kita berkumpul di tengah lahan pertanian, di bawah terik matahari, dengan membawa alat pertanian dan berharap setetes air mampu menjawab kehidupan ribuan bibit padi,” imbuhnya.

​Inovasi Teknologi Jadi Kunci Adaptasi

​Menghadapi fenomena iklim ekstrem seperti kekeringan, Bupati Bone menilai bahwa tantangan ini harus dijawab dengan kreativitas. Ia mendorong para pemuda tani untuk melahirkan inovasi pertanian yang adaptif, ramah lingkungan, serta tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.

​Beberapa langkah strategis yang didorong meliputi:

  • ​Pengelolaan Air Efisien: Optimalisasi sistem irigasi dan teknik pengairan hemat air.
  • ​Penggunaan Benih Unggul: Seleksi varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.
  • ​Pemanfaatan Teknologi Digital: Integrasi teknologi modern guna mendongkrak produktivitas dan efisiensi hasil tani.

​”Di tengah generasi muda ini, kemarau bukan akhir dari segalanya, melainkan awal untuk melahirkan inovasi dan cara-cara baru menjaga pertanian tetap hidup,” tegasnya.

​Kolaborasi Wujudkan Kedaulatan Pangan Bone

​Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk terus merangkul dan memberdayakan petani muda. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, petani senior, dan generasi milenial/Gen Z, keterbatasan di sektor pertanian diyakini mampu disulap menjadi peluang emas kemajuan daerah.

​Mengakhiri rangkaian pesannya, Bupati Andi Asman membakar semangat para pemuda Bone agar pantang menyerah dalam menghadapi segala rintangan demi masa depan daerah yang lebih mandiri pangan.

​”Semangat bertani di tangan petani muda mampu mengubah tanah yang gersang menjadi lahan kehidupan. Keterbatasan menjadi kekuatan dan kekeringan menjadi harapan,” ajaknya.

​”Selamat Hari Sumpah Pemuda! Dari tanah yang retak, Bugis Bone, kita tumbuh untuk Bone yang lebih baik,” pungkasnya penuh optimisme.

  • Penulis: Info Viral Bone

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less