Pemkab Bone dan Landscape Alliance Perkuat Pengelolaan Lahan Berbasis Perhutanan Sosial
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
- print Cetak

WATAMPONE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kehutanan.
Terbaru, Pemkab Bone berkolaborasi dengan Landscape Alliance (nama operasional baru CIFOR-ICRAF) menggelar Konsultasi Publik Pengelolaan Bentang Lahan Berkelanjutan melalui skema Integrated Area Development (IAD) berbasis Perhutanan Sosial.
Kegiatan strategis ini berlangsung di Hotel Helios, Jalan Langsat, Watampone, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (14/7/2026).
Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., hadir secara langsung untuk membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengelola kawasan hutan agar memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal tanpa merusak ekosistem.
“Pengelolaan bentang lahan berkelanjutan melalui pendekatan IAD ini adalah langkah konkret kita untuk memastikan perhutanan sosial di Kabupaten Bone tidak hanya sekadar legalitas, tetapi mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Andi Akmal Pasluddin.
Senada dengan hal tersebut, Direktur CIFOR-ICRAF Indonesia, Dr. Andree Ekadinata, menyampaikan dukungan penuh pihaknya dalam memberikan pendampingan teknis dan strategis bagi Pemkab Bone. Ia berharap model IAD yang dikembangkan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang berhasil di tingkat nasional.
Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Konsultasi publik ini menjadi wadah diskusi yang inklusif dengan mempertemukan berbagai elemen penting, di antaranya:
Kepala Bappeda Kabupaten Bone, H. A. Yusuf, S.IP., M.H.
- Perwakilan Direktorat Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan.
- Akademisi dari Universitas Muhammadiyah (Unim) Bone.
- Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
- Perwakilan sektor swasta dan stakeholder terkait lainnya.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan mampu merumuskan peta jalan (roadmap) yang komprehensif terkait pengelolaan bentang lahan di Kabupaten Bone yang lebih terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan.
Program IAD berbasis perhutanan sosial ini diharapkan mampu menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional, sehingga pengelolaan hutan dapat berkontribusi maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bone serta mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
- Penulis: Info Viral Bone
