Perluas Peluang SDM dan Pembangunan Daerah, Apkasi dan YPAN Gandeng Pemkab Bone Tawarkan Beasiswa hingga Revitalisasi Puskesmas
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- print Cetak

BONE — Pemerintah Kabupaten Bone membuka pintu seluas-luasnya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi strategis demi kemajuan daerah. Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) secara resmi melakukan audiensi dengan jajaran Pemkab Bone guna membahas berbagai peluang kerja sama di sektor pendidikan, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga ketenagakerjaan.
Pertemuan penting tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., di Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Watampone, Senin malam (14/9/2026).
Dalam audiensi ini, Wakil Bupati didampingi oleh Pj. Sekda Bone Andi Tenriawaru, SP., M.Si. serta dihadiri secara lengkap oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Bone. Sementara itu, pihak Apkasi diwakili oleh Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) Dr. Amran Mahmud (yang juga mantan Bupati Wajo), dan pihak YPAN diwakili oleh Lilik Faridah, S.Si.
Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Beasiswa Emas Daerah
Dr. Amran Mahmud dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa Apkasi dan YPAN sejauh ini telah meneken dua perjanjian kerja sama penting. Kesepakatan tersebut meliputi fasilitasi peningkatan mutu pendidikan dan SDM di kabupaten seluruh Indonesia, serta pengawalan pelaksanaan Program Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D).
Lebih lanjut, perwakilan YPAN, Lilik Faridah, memaparkan tiga peluang program utama yang disodorkan untuk mendongkrak kualitas layanan dasar di Kabupaten Bone. Ketiga program tersebut meliputi revitalisasi fasilitas untuk tahun 2027, upskilling calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) bagi 50 kabupaten melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), serta revitalisasi puskesmas.
Khusus untuk program revitalisasi 2027, pihak YPAN meminta agar daerah segera merampungkan dan menyiapkan data pendukung selambat-lambatnya pada November 2026, dengan proyeksi kuota sekitar 2.000 peserta.
Di sektor pendidikan, YPAN mencatat bahwa Program BIE-D telah sukses merangkul sekitar 2.030 hingga 2.110 putra-putri daerah di seluruh Indonesia. Program ini mencakup akses pendidikan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri (seperti Tiongkok dengan skema beasiswa penuh) hasil kerja sama dengan sekitar 20 perguruan tinggi terkemuka. Program ini tidak hanya berfokus pada bangku kuliah, tetapi juga merancang jembatan penempatan kerja bagi para lulusannya.
Sambutan Positif Pemkab Bone
Menanggapi berbagai tawaran strategis tersebut, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyambutnya dengan antusias tinggi. Ia menilai bahwa Kabupaten Bone saat ini memang memiliki kebutuhan yang mendesak pada sektor-sektor yang ditawarkan, baik dari segi infrastruktur pendidikan maupun fasilitas kesehatan dasar.
“Kami di sini hadir semua kepala OPD yang dimintai untuk audiensi. Alhamdulillah, Bone menjadi salah satu lokasi yang menjadi rencana kerja sama,” ungkap Andi Akmal.
“Kami sangat terbuka dengan semua program kerja sama yang ditawarkan. Kita memang masih banyak sekolah maupun puskesmas yang membutuhkan revitalisasi,” tambahnya.
Wakil Bupati juga menambahkan bahwa Pemkab Bone sebelumnya telah merintis langkah pengiriman SDM lokal untuk bekerja di luar negeri melalui kolaborasi bersama institusi perguruan tinggi setempat, seperti Universitas Mega Buana (UNIM). Oleh karena itu, tawaran dari Apkasi dan YPAN dipandang sebagai momentum emas untuk memperluas cakupan tersebut.
Rekam Jejak Kolaborasi Nasional
Sebagai catatan, YPAN sendiri telah memiliki rekam jejak panjang selama 13 tahun dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi bagi 251.497 pendidik dan tenaga profesional di berbagai penjuru tanah air. Sementara itu, sinergi Program BIE-D bersama Apkasi yang dirintis sejak tahun 2022 terus konsisten mencetak generasi unggul daerah.
Audiensi ini diharapkan segera ditindaklanjuti secara teknis oleh masing-masing OPD terkait di Bone, sehingga kolaborasi strategis ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan, kualitas kesehatan, dan daya saing masyarakat Kabupaten Bone di kancah nasional maupun global. (*)
- Penulis: Info Viral Bone
