Sinergi Unhas dan Pemkab Bone: Revitalisasi P2L KWT Kajaolaliddong Melalui Penyaluran 1.300 Bibit dan Pupuk Organik
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
- print Cetak

BONE,– Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat komitmen ketahanan pangan di Sulawesi Selatan. Melalui program Desa Berkarya, UKM KPI Unhas berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone melakukan revitalisasi program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali lahan produktif Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek yang sempat vakum. Dalam upaya tersebut, sebanyak 1.300 bibit hortikultura, terdiri dari cabai, tomat, dan terong, disalurkan langsung kepada masyarakat.
Dukungan nyata datang dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone yang menyumbang 1.000 bibit, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone sebanyak 300 bibit.
Inovasi Pupuk Kompos “Mannennungeng”
Salah satu poin krusial dalam aksi ini adalah pemanfaatan pupuk kompos dari program Mannennungeng: Smart Hydro Loop. Pupuk organik hasil olahan limbah pertanian dan peternakan ini merupakan inovasi dari Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas.
Penggunaan pupuk ini menandai integrasi ekosistem pemberdayaan antara program Desa Berkarya dan Mannennungeng, yang bertujuan menciptakan pertanian mandiri di tingkat desa.
Apresiasi dari Pemerintah dan Universitas
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, Nurdin, S.P., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor ini.
”Kami sangat mendukung kegiatan ini karena melibatkan berbagai pihak. Bibit yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan pekarangan. Kami juga bangga melihat pupuk kompos hasil inovasi mahasiswa dari program Mannennungeng dapat langsung diaplikasikan oleh masyarakat,” ungkap Nurdin.
Dukungan serupa datang dari Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si., yang berharap program ini menjadi model percontohan bagi desa lain di Kecamatan Barebbo.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Unhas, Muhammad Irdam Ferdiansah, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di lapangan adalah bagian dari proses pembelajaran nyata.
”Integrasi program Desa Berkarya dan Mannennungeng adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa menciptakan dampak terukur. Mahasiswa belajar tentang kearifan lokal dan kemandirian pangan, sesuatu yang tidak bisa didapatkan hanya di ruang kelas,” ujar Irdam.
Komitmen Keberlanjutan UKM KPI Unhas
Ketua Tim Desa Berkarya, Muhammad Akbar, mengungkapkan rasa terima kasih atas sinergi yang terbangun. Senada dengan itu, Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menekankan bahwa penggunaan pupuk kompos hasil pelatihan masyarakat merupakan bukti nyata keberlanjutan program.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal kebangkitan program P2L di Kajaolaliddong. Melalui sinergi berkelanjutan, diharapkan KWT Anggrek mampu mengelola potensi pekarangan secara mandiri demi kesejahteraan keluarga jangka panjang.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran perangkat desa, BPD, serta perwakilan kelompok tani setempat, yang semakin memperkuat fondasi kemandirian pangan di Kabupaten Bone.
- Penulis: Info Viral Bone
