Tim Mannennungeng Bersama Tim PPMU-PPUPIK Unhas Perkuat Kapasitas Peternak Melalui Pelatihan Produksi Pakan Fungsional Berbasis Fitobiotik di Bone
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026
- print Cetak

BONE – Upaya meningkatkan produktivitas peternakan rakyat terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin bersama Tim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU-PPUPIK) Tahun 2026 Fakultas Peternakan LPPM Unhas mengadakan pelatihan dan demonstrasi pembuatan pakan fungsional berbasis fitobiotik bagi ayam buras. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 4–5 Juli 2026, di Aula P4S Lamellong, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memperkenalkan inovasi hasil penelitian perguruan tinggi kepada peternak sehingga dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan efisiensi usaha dan kualitas hasil ternak. Selama pelatihan, peserta yang terdiri atas kelompok sasaran dan masyarakat setempat menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi.
Pada hari pertama, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep pakan fungsional serta pemanfaatan fitobiotik sebagai bahan tambahan pakan alami. Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pakan fungsional sehingga peserta dapat memahami seluruh tahapan produksi secara langsung.
Materi pelatihan disampaikan oleh akademisi Fakultas Peternakan Unhas, yaitu Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si., IPU., ASEAN Eng., dan Ichlasul Amal, S.Pt., M.Si. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa fitobiotik yang berasal dari berbagai tanaman herbal memiliki kandungan senyawa bioaktif yang mampu menjaga kesehatan ternak, meningkatkan performa produksi, mengurangi ketergantungan terhadap bahan aditif sintetis, serta menghasilkan produk peternakan yang lebih aman bagi konsumen.
Kegiatan ini juga menghadirkan Hasbi Ashshiddiqy, S.Kom., selaku pemilik PT Sitinrola Organik Indonesia sebagai mitra strategis. Ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan usaha peternakan organik sekaligus menjelaskan peluang pemasaran produk peternakan sehat. Kehadiran sektor usaha diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program melalui dukungan pendampingan dan akses pasar bagi kelompok sasaran.
Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat belajar para peserta. Menurutnya, penggunaan fitobiotik dapat menjadi solusi bagi peternak dalam menekan biaya produksi tanpa mengabaikan kualitas dan kesehatan ternak. Ia berharap ilmu yang telah diberikan dapat diterapkan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan daya saing peternak lokal.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si., IPU., ASEAN Eng., yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Peternakan dan Hewan Tropika (Puslitbang Sentro) Unhas, menilai bahwa program Mannennungeng telah berhasil menerapkan prinsip circular farming. Menurutnya, pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan dan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik menciptakan sistem pertanian dan peternakan yang saling mendukung serta berkelanjutan. Ia berharap konsep tersebut dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Ia mengapresiasi dukungan Tim PPMU-PPUPIK Fakultas Peternakan LPPM Unhas, para dosen, serta PT Sitinrola Organik Indonesia yang telah bersama-sama mendampingi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi peternak, baik melalui transfer pengetahuan, pengurangan biaya pakan, maupun terbukanya peluang pemasaran hasil ternak.
Dalam kesempatan yang sama, Hasbi Ashshiddiqy, S.Kom., menegaskan komitmen PT Sitinrola Organik Indonesia untuk terus mendampingi kelompok sasaran dalam mengembangkan usaha peternakan berbasis organik. Ia optimistis bahwa potensi peternak di Desa Kajaolaliddong dapat berkembang menjadi pemasok produk peternakan sehat yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang sangat dibutuhkan oleh peternak. Ia berharap keterampilan membuat pakan fungsional dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan pembinaan di P4S Lamellong. Selain itu, adanya mitra yang siap membantu pemasaran produk menjadi motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas usaha peternakan mereka.
Melalui kolaborasi ini, Tim Mannennungeng dan Tim PPMU-PPUPIK Unhas berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada hasil penelitian, tetapi juga mampu diterapkan secara nyata oleh masyarakat. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan kemandirian peternak dalam memproduksi pakan fungsional, memperkuat daya saing usaha peternakan lokal, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bone secara berkelanjutan.
- Penulis: Info Viral Bone
