Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Transformasi Digital dan Ekosistem Koperasi: Nurdin Halid Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Bone

Transformasi Digital dan Ekosistem Koperasi: Nurdin Halid Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Bone

  • account_circle Info Viral Bone
  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • print Cetak

WATAMPONE — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Prof. Dr. H.A.M. Nurdin Halid, bersama Kementerian Koperasi menggelar Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian di Universitas Cahaya Prima (Uncapi) Bone, Jalan Wajo, Kota Watampone, Kamis (22/10/2026).

​Kegiatan strategis ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan civitas akademika mengenai peran vital koperasi dalam memperkuat fondasi perekonomian, termasuk urgensi transformasi digital di era modern.

​Acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor Uncapi Bone, Prof. Dr. Dra. Hj. Andi Cahaya, M.Si., akademisi Uncapi Dr. Awaluddin, serta Ketua Komisi I DPRD Bone, Rismono Sarlim.

​Implementasi Amanat UUD 1945

​Dalam paparannya, Nurdin Halid menegaskan bahwa keberadaan koperasi merupakan bentuk implementasi nyata dari Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pada ayat (1), ditekankan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

​Ia juga merujuk pada Pasal 33 ayat (2) yang menyatakan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Prinsip ini menegaskan bahwa seluruh pengelolaan sumber daya dan kegiatan ekonomi harus diarahkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

​”Koperasi memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun sistem ekonomi yang berorientasi langsung pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurdin.

 

​Digitalisasi Kunci Daya Saing Koperasi Modern

​Selain memperkuat prinsip dasar perkoperasian, Nurdin Halid secara khusus menyoroti pentingnya adaptasi teknologi. Menurutnya, di tengah era globalisasi tanpa batas saat ini, koperasi dituntut untuk bergerak cepat.

​“Di era modern ini, tidak ada lagi batas antarnegara. Suka atau tidak suka, koperasi harus mengikuti perkembangan zaman dan melaksanakan proses digitalisasi,” tegasnya.

 

​Ia menambahkan, langkah digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren teknologi semata, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk menciptakan efisiensi operasional, memperbaiki tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan daya saing di pasaran.

​Berbasis Potensi Lokal dan Berkelanjutan

​Lebih lanjut, Nurdin Halid mengingatkan agar pengembangan koperasi disesuaikan dengan potensi unggulan di masing-masing daerah. Dengan mengenali potensi lokal tersebut, koperasi diharapkan mampu menginisiasi unit usaha yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung secara nyata kepada para anggotanya.

​Melalui kegiatan sosialisasi ini, ekosistem perkoperasian di daerah diharapkan dapat tumbuh semakin kokoh, bertransformasi menjadi salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan, serta siap menjawab tantangan dinamika ekonomi digital masa kini.

  • Penulis: Info Viral Bone

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less