Data Pribadi Dicatut untuk Pinjaman Fiktif PNM Mekar Ulaweng Bone, Muncul Surat Pelunasan Misterius Usai Dilaporkan Polisi
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

BONE — Kasus dugaan penyalahgunaan data pribadi nasabah kembali mencuat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seorang warga berinisial RT harus mendapati kenyataan pahit identitasnya dicatut oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mencairkan pinjaman fiktif di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar Kantor Unit Ulaweng, Kabupaten Bone.
Kasus ini terungkap ketika korban melakukan pengecekan data (checking) secara mandiri di kantor. Betapa terkejutnya RT saat mendapati data pribadinya tercatat sebagai pemohon kredit, padahal ia merasa tidak pernah mengajukan permohonan ataupun menerima pencairan dana pinjaman tersebut.
Pinjaman Misterius Senilai Rp4 Juta dan Kejanggalan Surat Pelunasan
Berdasarkan data internal dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), nama RT tercatat memiliki pinjaman sebesar Rp4 juta. Pinjaman tersebut menggunakan sistem kelompok dengan tenor jangka waktu 50 minggu dan dijadwalkan jatuh tempo pada bulan Februari 2026, terdaftar di bawah pengawasan Kantor Unit Mekar Ulaweng.
Merasa dirugikan dan dicemarkan namanya, RT lantas menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Kepolisian Resort (Polres) Bone.
Namun, sebuah kejanggalan besar terjadi pasca-laporan tersebut diproses oleh pihak kepolisian. Secara tiba-tiba, pihak PT PNM mengeluarkan memorandum pada bulan April 2026 yang menyatakan bahwa pinjaman atas nama RT tersebut telah lunas.
“Ini kayaknya sudah lama mi napake dataku ambil uang, cuma setelah saya lapor tiba-tiba muncul surat pelunasan,” ungkap RT heran.
Diduga Ada Korban Lain yang Belum Terungkap
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kasus pencatutan identitas ini rupanya bukan hanya menimpa RT seorang diri. Terdapat sejumlah korban lain yang mengalami nasib serupa—data pribadi mereka diduga disalahgunakan untuk mencairkan pinjaman di PT PNM.
Hingga saat ini, laporan dari para korban lainnya dikabarkan masih terus berproses dan dalam penanganan pihak penyidik di Kepolisian Resort Bone. Kasus ini pun menjadi sorotan publik mengenai keamanan data pribadi masyarakat serta bentuk pengawasan internal di lembaga pembiayaan mikro.
- Penulis: Info Viral Bone
