Kronologis Lengkap Lolosnya Truk Solar 14 Ton di Poros Bone-Sinjai: Sempat Singgah di Pos DLLAJR, Polisi Tak Kunjung Datang
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month 9 menit yang lalu
- print Cetak

BONE — Kasus lolosnya truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal sebanyak 14 ton di Jalan Gatot Subroto (Poros Bone–Sinjai) pada Senin, 5 Oktober 2026, menyisakan sejumlah fakta baru yang mencurigakan. Berdasarkan penelusuran lebih mendalam, insiden ini bermula dari kecurigaan petugas di pos penjagaan.
Berikut adalah kronologis lengkap berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan.
Bermula dari Pos Check Point DLLAJR Dinas Perhubungan
Peristiwa tersebut bermula ketika kendaraan truk berukuran besar yang dicurigai membawa muatan ilegal singgah di pos check point DLLAJR Dinas Perhubungan. Saat kendaraan berhenti, petugas di lapangan melontarkan pertanyaan standar mengenai muatan yang dibawa oleh sang pengemudi.
Merespons pertanyaan tersebut, sopir truk sempat berdalih dan mengaku bahwa kendaraannya sedang memuat dedak (pakan ternak). Namun, kecurigaan petugas tidak berhenti di situ dan meminta pengemudi untuk meminggirkan kendaraannya guna pemeriksaan lebih lanjut.
Karena panik dan khawatir muatan aslinya terbongkar saat hendak diperiksa secara mendetail, sang sopir akhirnya tidak bisa mengelak lagi dan membuat pengakuan mengejutkan.
“Awalnya mengaku muat dedak, tapi pas mau diperiksa, khawatir akan diperiksa, akhirnya sopir pun mengakui bahwa lagi memuat BBM solar,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Rencananya, solar tersebut hendak dikirim ke wilayah Larompong.
Jaringan Pemilik: Melibatkan A.M dan AT
Dari keterangan lebih lanjut yang berhasil dihimpun, komoditas solar dengan estimasi mencapai 14 ton tersebut diduga kuat bukan milik perorangan tunggal, melainkan hasil kerja sama antar-pihak.
Berdasarkan penelusuran komunikasi seluler, solar tersebut ditengarai milik seorang lelaki berinisial A.M, yang diketahui berdomisili di Desa Lemo, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.
“Iya pak, itu barangku, sebagian kerja sama dengan AT, barangnya sebagian,” ungkap sumber menirukan isi pembicaraan melalui sambungan seluler yang melibatkan A.M.
Sementara itu, sosok berinisial AT yang ditengarai bertindak sebagai pemilik kendaraan truk tersebut diketahui berdomisili di Desa Pattiro, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone.
Ironi di Lapangan: Warga Lapor Polisi, Truk Malah Lolos Usai Didatangi Pengendara Trail
Aspek paling kontroversial dalam kejadian ini adalah lambannya penanganan aparat penegak hukum (APH). Ironisnya, pada saat insiden berlangsung di Pos DLLAJR, salah seorang warga yang geram sempat berinisiatif menghubungi pihak kepolisian agar kendaraan segera diamankan.
Kendati laporan telah dilayangkan, hingga kendaraan tersebut akhirnya kembali tancap gas meninggalkan lokasi, tidak seorang pun aparat kepolisian yang tampak hadir di Pos DLLAJR.
“Sempat ada yang telfon polisi, tapi tidak lama kemudian ada laki-laki naik motor trail, setelahnya mobil lanjut jalan lagi,” terang sumber tersebut dengan nada penuh tanya.
Lolosnya truk sarat muatan 14 ton solar ini memicu desakan keras dari masyarakat agar Polda Sulawesi Selatan dan Polres Bone segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Publik menyoroti lemahnya respons aparat serta dugaan adanya intervensi pihak tertentu di balik mulusnya perjalanan truk maut tersebut hingga bisa melenggang bebas dari pos penjagaan.
Tim Redaksi terus mendalami aliran distribusi BBM ilegal ini serta berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait yang namanya telah disebutkan.
- Penulis: Info Viral Bone
