Babak Baru Kasus SPBU Cina Bone: Intel Kodam XIV/Hasanuddin Kantongi Bukti Keterlibatan Kades dalam Jaringan Mafia BBM Solar Subsidi
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

BONE — Konflik antara anggota Intel Kodam XIV/Hasanuddin, Serda Safaruddin, dengan Kepala Desa Tanete Harapan, Irwan, di SPBU Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, kian memanas dan memasuki babak baru.
Di balik insiden nyaris adu jotos yang sempat terjadi, Serda Safaruddin kini blak-blakan mengungkap alasan mendasar di balik aksi turun tangannya ke lapangan. Ia mengaku menemukan sejumlah bukti kuat yang mengarah pada dugaan keterlibatan sang kepala desa dalam jaringan sindikat mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi.
Pengakuan Warga: “Bosnya Pak Desa”
Menurut Safaruddin, kecurigaannya terbukti setelah ia melakukan interogasi langsung di lapangan terhadap warga yang kedapatan memborong BBM subsidi menggunakan jeriken dalam jumlah besar.
“Saya temukan lelaki BY mengambil 30 jergen, dan saya tanya siapa bosmu, dia bilang pak desa,” tegas Safaruddin saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Dari hasil penelusuran dan interogasi tersebut, modus operandi yang digunakan pelaku di antaranya memanfaatkan dokumen rekomendasi dari instansi perikanan dan kelautan untuk meloloskan pengambilan solar subsidi yang diduga tidak tepat sasaran.
Tidak hanya berhenti pada satu temuan, Safaruddin mengklaim telah mengamankan sejumlah barang bukti lain yang memperkuat dugaan keterlibatan oknum kepala desa tersebut dalam praktik penyalahgunaan distribusi energi bersubsidi.
“Bukan cuma itu, saya punya banyak bukti lain keterlibatannya dan saya sudah laporkan kepada pimpinan saya,” terangnya.
Berawal dari Informasi Viral di Medsos
Safaruddin menjelaskan bahwa kehadirannya di SPBU Kecamatan Cina bukanlah tanpa alasan. Langkah investigasi mandiri ini diambil menyusul maraknya informasi dan video viral di media sosial yang menyoroti adanya dugaan praktik sindikat mafia BBM subsidi di wilayah hukum tersebut.
Menindaklanjuti laporan masyarakat itu, ia berinisiatif mendatangkan lokasi untuk melakukan pengecekan langsung. Namun, niat pengawasan tersebut justru berujung pada ketegangan fisik dan adu argumen dengan Kades Irwan—yang kebetulan berada di lokasi selaku anggota Satgas BBM Merah Putih—karena mempermasalahkan legalitas surat tugas pemeriksaan.
“Jadi saya datang ke SPBU untuk kembali melakukan pengecekan, tapi terjadi adu argumen karena pak desa minta dan tanyakan surat tugas saya,” pungkasnya.
- Penulis: Info Viral Bone
