Investasi Jumbo Rp627 Miliar Digelontorkan, Kabupaten Bone Resmi Jadi Pusat Pertumbuhan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Indonesia Timur
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- print Cetak

oplus_161480736
BONE — Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bersiap bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus simpul utama distribusi protein di kawasan Indonesia Timur. Langkah strategis ini ditandai dengan rencana pembangunan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang menelan investasi tahap awal sebesar Rp627 miliar.
General Manager Corporate Secretary & CSR PT Berdikari, A.S. Hasbi Al Islahi, mengungkapkan bahwa nilai fantastis tersebut merupakan bagian dari program unggulan Kementerian Pertanian yang didorong sebagai proyek strategis nasional. Secara nasional, pemerintah menyiapkan anggaran tahap pertama sekitar Rp2,3 triliun dari total investasi Rp18 triliun yang dialokasikan ke sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Malang, Lampung, Gorontalo, dan Bone.
“Artinya, hampir 27 persen dari total anggaran tahap pertama digelontorkan di Bone,” ujar Hasbi.
Tiga Pilar Utama dan Efek Berganda Ekonomi
Investasi tahap awal senilai Rp627 miliar tersebut difokuskan untuk membangun tiga unit bisnis utama yang dirancang untuk mengintegrasikan sektor peternakan dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan:
- Farm Parent Stock (PS): Kapasitas 168.000 ekor indukan, yang diperkirakan mampu menyerap lebih dari 300 tenaga kerja khusus di sektor farm saja.
- Feed Mill (Pabrik Pakan): Kapasitas produksi mencapai 10.000 ton per bulan.
- Hatchery: Kapasitas produksi mencapai 500.000 ekor per minggu.
Menurut Hasbi, pendekatan yang digunakan adalah business approach murni untuk memastikan investasi negara ini berputar secara produktif dan terhindar dari risiko mangkrak. Keberadaan pabrik pakan dan farm ini tidak sekadar menghasilkan bahan baku, melainkan membuka jalan bagi industri pengolahan lanjutan seperti meat processing, karkas, sosis, hingga produk ready to eat.
Dengan total estimasi penyerapan tenaga kerja pada tahap awal mencapai lebih dari 1.000 orang dari ketiga unit bisnis tersebut, proyek ini diproyeksikan memberikan multiplier effect yang masif bagi perekonomian lokal.
Dorong UMKM dan Kesiapan Infrastruktur Menuju Indonesia Emas 2045
Selain melibatkan tenaga kerja lokal, PT Berdikari berkomitmen menggerakkan sektor UMKM dan infrastruktur ekonomi masyarakat di Bone. Bone juga diproyeksikan menjadi hub atau jembatan distribusi logistik pangan dan protein, termasuk dukungan terhadap fasilitas rantai dingin (cold chain) dan cold storage agar distribusi produk antarwilayah berjalan optimal.
Proyek HAT ini tidak hanya disiapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga memperkuat stok protein nasional guna menyongsong target Indonesia Emas 2045, di mana konsumsi protein masyarakat akan terus meningkat.
Pada tahap lanjutan, fasilitas seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan industri pengolahan daging juga dipersiapkan, termasuk dorongan agar Pemkab Bone mendirikan BUMD khusus hilirisasi peternakan.
Progres Perizinan dan Komitmen Pengawalan Bersama
Saat ini, proses pembangunan tengah memasuki tahap perizinan dan penyusunan studi kelayakan (feasibility study / FS) oleh tim konsultan Sucofindo dan Surveyor Indonesia yang ditargetkan rampung pada awal September. Sementara itu, dokumen lingkungan seperti UKL-UPL atau AMDAL sedang disiapkan bersama Universitas Hasanuddin (Unhas), menyusul telah terbitnya Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).
Hasbi turut berpesan agar masyarakat Bone bersama-sama mengawal jalannya investasi besar ini agar tercipta iklim usaha yang efisien, sehat, serta bersih dari praktik pungutan liar atau premanisme.
Dengan skala investasi yang masif ini, Kabupaten Bone diharapkan tidak hanya sekadar menjadi lokasi produksi, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi pusat ketahanan pangan dan simpul distribusi protein hewani terdepan di Indonesia Timur.
- Penulis: Info Viral Bone
