Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bone Hot » Kolaborasi Strategis, UKM KPI Unhas dan Kecamatan Barebbo Teken Kerja Sama Tiga Tahun Perkuat Smart Farming

Kolaborasi Strategis, UKM KPI Unhas dan Kecamatan Barebbo Teken Kerja Sama Tiga Tahun Perkuat Smart Farming

  • account_circle Info Viral Bone
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • print Cetak

BONE, SULAWESI SELATAN — Komitmen dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Bumi Arung Palakka terus berlanjut. Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin resmi menggandeng Pemerintah Kecamatan Barebbo untuk memperkuat keberlanjutan program pertanian berbasis teknologi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU).

​Kesepakatan strategis berdurasi tiga tahun ke depan, terhitung mulai 6 Agustus 2026 hingga 6 Agustus 2029, ini ditandatangani di Kantor Camat Barebbo pada Kamis (6/8/2026). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, bersama Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si.

​Agenda penting ini turut disaksikan oleh Kepala Desa Kajaolaliddong Muh. Yunus, perwakilan kelompok tani setempat, pengurus Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lamellong, serta jajaran Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026. Langkah ini diambil menyusul hasil evaluasi dan visitasi internal terhadap progres pengembangan program inovasi Mannennungeng: Smart Hydro Loop di Desa Kajaolaliddong.

​Desa Kajaolaliddong Menuju Pusat Smart Farming

​Melalui payung hukum kerja sama ini, Desa Kajaolaliddong diproyeksikan secara penuh untuk menjadi pilot project atau desa percontohan smart farming (pertanian cerdas) di wilayah Kecamatan Barebbo.

​Adapun fokus utama agenda kolaborasi meliputi:

  • Digitalisasi Pertanian: Pengembangan sistem irigasi cerdas berbasis Alternate Wetting and Drying (AWD) yang diintegrasikan dengan teknologi Internet of Things (IoT).
  • Pertanian Terpadu: Penerapan konsep Integrated Crop-Livestock System (ICLS) untuk mengoptimalkan produktivitas lahan dan peternakan.
  • Penguatan Kelembagaan: Peningkatan kapasitas kelompok tani serta pembentukan kawasan demonstrasi (demonstration plot) sebagai pusat edukasi pertanian modern bagi masyarakat luas.

​Tidak hanya berpusat di satu titik, model hilirisasi inovasi ini juga dirancang untuk dapat direplikasi ke desa-desa lain di Kecamatan Barebbo, dengan penyesuaian teknologi dan pendekatan yang selaras dengan karakteristik wilayah masing-masing.

​Komitmen Lintas Sektor untuk Kemandirian Petani

​Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa keputusan pemerintah kecamatan untuk memberikan dukungan penuh didasarkan pada hasil peninjauan langsung di lapangan yang menunjukkan dampak positif nyata bagi para petani.

​”Setelah melihat langsung perkembangan program di lapangan, kami menilai ada potensi yang dapat terus dikembangkan. Pemerintah kecamatan akan mendukung keberlanjutan program dan mendorong agar inovasi yang relevan dapat diperkenalkan kepada desa-desa lainnya,” ujar Andi Yusuf.

 

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menekankan bahwa esensi dari pengabdian masyarakat mahasiswa adalah keberlanjutan jangka panjang. Menurutnya, program tidak boleh terhenti hanya karena masa penugasan kampus telah usai.

​”Kami ingin pengetahuan dan inovasi yang sudah diperkenalkan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat melalui dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa,” kata Aydil.

​Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menambahkan bahwa kunci keberhasilan digitalisasi pertanian terletak pada kesiapan sumber daya manusianya. Pendekatan berbasis edukasi dan peningkatan kapasitas mutlak diperlukan agar para petani mandiri dalam mengelola teknologi.

​”Teknologi harus diiringi dengan peningkatan kapasitas. Masyarakat perlu memahami cara menggunakan, merawat, dan mengembangkan inovasi sehingga manfaatnya dapat terus berjalan secara mandiri,” ungkap Fadel.

​Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, menyambut baik sinergi berkelanjutan ini. Ia menegaskan kesiapan jajaran pemerintah desa untuk mengawal implementasi program di tingkat akar rumput, sehingga modernisasi teknologi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan kelembagaan desa.

  • Penulis: Info Viral Bone

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less