Skandal “Bupati vs Ketua DPRD Konoha” Berujung Jerat Hukum: Admin Akun Medsos Dipolisikan, Etika Pejabat Publik Disorot
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
- print Cetak

BONE — Jagat maya Sulawesi Selatan dihebohkan oleh gelombang spekulasi liar menyusul unggahan akun media sosial @lambeturah_bone_. Unggahan yang mengangkat isu dugaan skandal perselingkuhan antarpejabat negara dengan menggunakan istilah satire “Bupati Konoha” dan “Ketua DPRD Konoha” ini tidak hanya memicu kegaduhan publik, tetapi kini resmi berujung pada proses hukum.
Kronologi Unggahan Viral: Sandi “Konoha” dan Klaim Rekaman CCTV
Kontroversi bermula dari rentetan story Instagram yang diunggah oleh akun @lambeturah_bone_. Unggahan tersebut secara masif menyita perhatian netizen setelah membeberkan narasi hubungan gelap yang melibatkan figur penting pemegang kebijakan.
“Ibu ketua konoha menjalin asmara dengan Bapak Bupati Konoha !!!” — Kutipan dari story akun @lambeturah_bone_
Tak berhenti pada narasi teks, pengelola akun juga mengeklaim mengantongi bukti digital berupa rekaman video pengawas (CCTV).
“Sabar ya netizen!!! Kami ada bukti rekaman cctv disebuah hotel. Hubungan asmara pejabat negara yang masing masing memiliki keluarga. Ketua DPRD Konoha Vs Bupati Konoha”
Kolom komentar unggahan tersebut langsung disesaki oleh asumsi dan tafsir liar dari netizen yang mengerucut pada satu wilayah spesifik di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Bone. Situasi semakin memanas ketika akun tersebut turut menyeret dugaan keterlibatan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial “S”.
Berujung Laporan Polisi: Admin Dilaporkan atas Dugaan Kegaduhan Publik
Akibat narasi dan bola liar yang telanjur bergulir di tengah masyarakat, situasi ini memicu reaksi keras dari warga. Seorang warga bernama Irwan secara resmi melaporkan pemilik sekaligus admin akun tersebut, berinisial FA, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone.
Laporan tersebut telah teregistrasi secara resmi dengan nomor:
- Nomor LP: LP/647/X/2026/SPKT/ResBone
- Tanggal: 22 Oktober 2026
Laporan dilayangkan karena tindakan admin dinilai telah menciptakan kegaduhan dan keresahan di ruang publik, serta menyeret nama institusi atau daerah tertentu melalui tafsir netizen.
Respons Singkat Sang Admin: Siap Ikuti Proses Hukum
Menanggapi laporan polisi yang menyeret namanya, FA selaku pengelola akun @lambeturah_bone_ memberikan respons singkat saat dihubungi. Ia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi seluruh rangkaian proses hukum yang berjalan.
“Apapun proses hukum, sy pasti ikuti prosesnya sebagai manusia yang memiliki kartu warga negara Indonesia,” ungkap FA.
Meski demikian, FA memberikan klarifikasi terkait substansi unggahannya. Ia mengeklaim bahwa dirinya tidak pernah secara eksplisit menuliskan nama daerah “Bone” dalam narasi perselingkuhan tersebut. Ia juga menyoroti adanya atribut tambahan berupa emotikon pada gambar yang beredar luas di luar kendalinya.
“Maaf bosaranya bukan saya yang berikan, itu emotikon, gambar asli tidak ada bosaranya. Emang ada Ketua DPRD Konoha??” jelasnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam di Sulawesi Selatan, tidak hanya menyoroti batasan etika dalam pengelolaan informasi di media sosial, tetapi juga menguji transparansi serta integritas para pejabat publik di tengah terpaan isu moral yang mencoreng institusi pemerintahan.
- Penulis: Info Viral Bone
