Strategi Baru Pemkab Bone: Sapi Bali Jadi Penopang Ekonomi Ketiga Setelah Padi dan Jagung
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- print Cetak

oplus_148897792
BONE — Pemerintah Kabupaten Bone terus memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian daerah. Langkah strategis ini ditegaskan oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), saat memimpin kunjungan kerja ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.
Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (21/8/2026) tersebut difokuskan untuk mempelajari secara mendalam pengelolaan pembibitan dan budidaya sapi Bali yang terkenal unggul.
Fokus pada Kualitas Bibit dan Pakan Modern
Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Andi Maryam Andi Asman, beserta jajaran Pemkab Bone, rombongan disambut langsung oleh sejumlah pejabat pusat dan daerah. Hadir dalam penyambutan tersebut Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan Dr. drh. I Ketut Wirata, M.Si., Kepala BBV Denpasar Dr. drh. I Gde Eka Budhiyadnya, M.P., Kepala BPTU-HPT Denpasar drh. I Gusti Putu Ngurah Raka, serta GM Corporate Secretary & CSR PT Berdikari A.S. Hasbi Al Islahi.
Dalam kesempatan itu, BupAAS meninjau langsung area peternakan seluas 102 hektare yang menampung ribuan ekor sapi Bali. Ia mengevaluasi berbagai aspek penting mulai dari pemurnian ras, sistem pemeliharaan, hingga teknologi penyediaan pakan hijauan dan air bersih.
- Prioritas Mutu: Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen menggeser paradigma lama menuju peternakan berkualitas tinggi.
- Ketersediaan Pakan: Pengelolaan pakan dan air dinilai sebagai kunci utama penentu produktivitas ternak.
- Sistem Perkawinan: Pemeliharaan kualitas indukan menjadi perhatian khusus untuk menghasilkan bibit unggul.
Potensi Besar Peternakan Sapi di Bone
BupAAS mengungkapkan bahwa sektor peternakan memegang peranan krusial dalam struktur mata pencaharian masyarakat Bone. Bahkan, terdapat wilayah di Kabupaten Bone—seperti Kecamatan Libureng—yang mencatatkan populasi sapi lebih tinggi daripada jumlah penduduknya.
”Di Bone, setelah padi dan jagung, sapi menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat. Karena itu, kita ingin peternakan dikembangkan lebih baik agar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan peternak,” tegas BupAAS.
Melalui adopsi teknologi dan manajemen modern yang dipelajari di BPTU-HPT Denpasar, Pemkab Bone optimis sektor peternakan sapi tidak sekadar mengejar kuantitas, melainkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
- Penulis: Info Viral Bone
