Drama Rumah Tangga Lansia: Ditinggal Nikah Istri hingga Difitnah Anak Kandung Sendiri
- account_circle Info Viral Bone
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- print Cetak

BONE—- Kisah pilu dan penuh ironi harus dialami oleh seorang kakek berusia 72 tahun berinisial HS. Di usia senjanya, alih-alih menikmati masa tua dengan tenang, HS justru harus menghadapi kenyataan pahit: ditinggal menikah oleh sang istri, terusik oleh kehadiran pria lain di rumahnya, hingga dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya sendiri.
Peristiwa pelik ini sejatinya telah berakar sejak kurun waktu 10 tahun lalu. Saat itu, sang istri yang berinisial MR (57) secara misterius kabur meninggalkan rumah dan nekat melangsungkan pernikahan dengan pria lain tanpa dasar hukum yang jelas.
“Dia sampaikan kalau saya sudah mati dan dia menikah, setelah itu kembali lagi ke rumah,” ungkap HS dengan nada pilu.
Tak berhenti sampai di situ, konflik batin HS kembali diuji ketika sang istri berulang kali membawa pria lain ke kediaman mereka. Merasa harga dirinya diinjak-injak dan tak sanggup lagi menahan kemelut rumah tangga tersebut, HS memilih mengalah demi meredam konflik.
“Lain lagi yang menemani sekarang laki-laki, saya sabar saja dan memilih tinggalkan rumah,” terangnya.
Demi menghindari keributan yang lebih besar, HS memilih angkat kaki dari rumah tersebut dan tinggal di bangunan tak jauh dari lokasi. Bahkan, dalam pengakuannya, ia kerap bolak-balik tinggal di masjid demi mencari ketenangan batin dan melatih kesabaran.
“Saya pulang ke rumah dan bolak-balik tinggal di masjid, biar bisa terus menahan sabar,” jelasnya.
Puncak Ironi: Laporan Palsu dari Buah Hati Sendiri
Penderitaan HS semakin lengkap ketika konflik rumah tangga ini turut menyeret anak kandung mereka. Sang anak mendadak melaporkan HS ke pihak berwajib atas dugaan tindak pidana pelecehan seksual—sebuah tuduhan keji yang langsung dibantah tegas oleh sang kakek.
Berdasarkan penuturan HS, laporan tersebut diduga kuat merupakan hasil rekayasa dan doktrin dari sang istri agar sang anak membenci ayahnya sendiri.
“Istri saya ajari sang anak dan membenci saya sampai dia lapor saya katanya lecehkan anak sendiri, tapi laporannya ditolak karena tidak ada bukti dan memang tidak benar,” tegas HS.
Usut punya usut, rentetan laporan palsu dan tekanan psikologis ini disinyalir bermula dari rencana HS yang berniat menjual rumah miliknya untuk menjauh dari sang istri. Namun, langkah tersebut mendapat perlawanan sengit lantaran sang istri dan anaknya diduga turut menuntut hak atas kepemilikan harta tersebut.
Kasus ini menjadi cerminan miris bagaimana konflik harta dan keretakan keharmonisan keluarga di usia senja dapat memicu runtuhnya nilai-nilai moral, hingga mengorbankan hubungan darah antara orang tua dan anak. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih memantau situasi guna mencegah eskalasi konflik lanjutan di antara kedua belah pihak.
- Penulis: Info Viral Bone
